7 Hal Penting Agar Klaim Asuransi Diterima

Salah satu hal terpenting dalam asuransi adalah proses pengajuan klaim asuransi, alias personal insurance claim. Meski begitu, sebelum Anda melakukan klaim, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu. Dengan begitu, klaim asuransi Anda pun bisa diproses dengan lancar dan disetujui, yang berarti Anda pun bisa merasakan manfaat dari asuransi yang sesungguhnya.

 


Lalu, apa saja yang perlu Anda perhatikan saat mengajukan klaim asuransi? Simak daftar dan penjelasannya berikut ini dan selamat membaca!

 

1.                   Pastikan polis Anda aktif.

 

Tentunya, polis Anda harus aktif baru Anda bisa mengajukan klaim. Polis tidak aktif atau lapse bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu premi tidak dibayar melebihi jatuh tempo atau nilai tunai asuransi tidak mencukupi untuk menutup biaya asuransi (untuk kasus polis asuransi unitlink). Ketika polis dalam status tidak aaktif, maka perusahaan asuransi sudah pasti tidak akan membayarkan klaim Anda.

 

2.                   Pastikan data sudah benar.

 

Poin yang satu ini bahkan sudah harus Anda pastikan jauh sejak Anda mendaftar asuransi. Data yang dimaksud meliputi nama lengkap, usia, kondisi kesehatan, alamat, nomor kontak, dan sebagainya. Kalau ternyata data yang diperoleh perusahaan asuransi berbeda dengan data pada polis, perusahaan berhak untuk menolak klaim dan bahkan memutuskan untuk membatalkan polis karena menganggap adanya fraud.

 

3.                   Pastikan sudah lewat masa tunggu asuransi.

 

Bergantung pada jenis asuransi yang Anda pilih, biasanya ada kebijakan masa tunggu. Artinya, Anda tidak bisa ajukan klaim jika pengajuan dilakukan pada masa tunggu. Periode masa tunggu bervariasi bergantung kebijakan masing-masing perusahaan atau produk asuransinya, misal 30 hari hingga 365 hari.

 

4.                   Pastikan bahwa klaim Anda tercakup di dalam klausul.

 

Satu hal penting lainnya yang jangan sampai Anda lewatkan adalah memastikan bahwa klaim yang Anda ajukan memang ada di dalam klausul. Artinya, Anda sudah harus tahu sejak awal apa saja kasus yang dapat diklaim dengan membaca serta memeriksa apa saja manfaat dan fungsi asuransi yang akan Anda beli.

 

5.                   Pastikan pengajuan klaim tepat pada waktunya.

 

Apabila Anda menunda-nunda atau terlambat mengurus klaim sampai melewati batas waktunya, pengajuan klaim Anda tentu akan langsung ditolak. Nah, batas waktu pengajuan klaim ini bisa Anda temukan di dalam polis. Semua jenis asuransi pasti akan memberikan batas waktu bagi pemegang polis untuk mengajukan klaim. Jika batas waktu lewat, klaim bisa ditolak.

 

6.                   Pastikan kelengkapan dokumen.

 

Selain mengajukan klaim tepat pada waktunya, pastikan pula bahwa Anda melakukan pengajuan dengan dokumen yang sudah lengkap sesuai dengan yang disyaratkan di dalam klausul perjanjian asuransi (polis). Karena kalau sampai ada dokumen yang kurang – meskipun hanya satu saja – klaim Anda sudah pasti ditolak dan Anda pasti harus kerepotan mengurus dari awal.

 

7.                   Pastikan kejadian berada pada masa proteksi asuransi.

 

Pengajuan klaim asuransi Anda juga punya kesempatan lebih besar untuk diterima apabila risiko atau kejadian yang menimpa masih berada dalam masa perlindungan asuransi. Artinya, risiko yang terjadi sebelum maupun sesudah masa perlindungan asuransi tidak akan ditanggung dan klaim Anda pasti ditolak. Pasalnya, cara kerja asuransi memang untuk memberikan proteksi selama asuransi aktif.

Nah, itulah 7 poin penting yang perlu Anda perhatikan dalam pengajuan klaim asuransi dengan sistem reimburse, baik itu asuransi kesehatan, asuransi jiwa, hingga asuransi kendaraan sekalipun. Dengan memerhatikan poin-poin tersebut, klaim Anda punya peluang besar untuk disetujui. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda!

Post a Comment

0 Comments